Berita, Kegiatan, Slide

WABUP AHMAD ZARNAWI PASARIBU LAKUKAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MASJID BILAL HARUN LK.III PASAR SIBUHUAN

setdakab.padanglawaskab –  Wakil Bupati Padang Lawas drg. H Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM., M.Si melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Bilal Harun di Lingkungan III Banjar Raja Kelurahan Pasar Sibuhuan pada Hari Selasa (12/10/21) lalu. Hadir juga pada acara tersebut Kakan Kementerian Agama Padang Lawas H. Abdul Manan, MA, Asisten II Panguhum Nasuton, Kepala OPD, dan sejumlah tokoh masyarakat dan Kepala Lingkungan III Banjar Raja Sibuhuan.

Dalam sambutannya Wabup drg. H Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM., M.Si mengatakan, “atas nama Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Padang Lawas mengucapkan selamat atas peletakan batu pertama hari ini. Kepada panitia tadi dijelaskan bahwa biaya pembangunan masjid kita ini adalah 400 juta. Jangan ragu-ragu dananya sudah ada, bahkan satu milyar pun sudah ada. Akan tetapi masih dikantong Si A, masih di rekening Si B, di Laci Si C dan masih di dompet Si E. Bagaimana caranya hal tersebut dapat keluar dari rekening, keluar dari kantong, keluar dari dompet, keluar dari laci masyarakat? Itu tergantung pada teknis panitia”, sebut Wabup.

Wabup Melanjutkan “Saya yakin 1 tahun pembangunan ini sudah selesai, saya melihat panitianya bagus dan saya berpesan agar panitianya harus transparansi sehingga setiap orang yang berinfak akan yakin bahwasanya apa yang menjadi infak dari masyarakat tersebut sampai ke pembangunan ini. Karena sesungguhnya kesuksesan pembangunan masjid ini ada di tangan panitia, kepada masyarakat hilangkan rasa curiga terhadap panitia”, Pesan Wabup.

Wabup juga mengingatkan agar pembangunan masjid tersebut direncanakan sesusai dengan perencanaan yang matang, “Di Dinas Sosial itu masih ada 1 meter lagi tumpukan proposal pembangunan masjid, karena hampir rata-rata masjid membangun, membongkar pasang masjid karena perencanaan yang tidak sempurna”, ucap Wabup Zarnawi.

Sebelumnya Kakan Kemenag H. Abdul Manan, MA mengatakan “agar setelah masjid ini dibangun nantinya, para pengurus masjid harus aktif dengan manajemen yang baik menjadi salah satu faktor yang sangat mendukung bangkitnya kekuatan suatu masjid. Hal ini dapat dilakukan dengan 3 hal pertama bidang idarah (pengorganisasian) yang meliputi tentang perencanaan, pengorganisasian, pengadministrasian, keuangan dan pengawasan. kedua imarah (kemakmuran) imarah menurut istilah adalah suatu usaha untuk memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah, pembinaan umat dan peningkatan kesejahteraan jamaah. ketiga bidang ri’ayah (pemeliharaan) pengertian ri’ayah masjid adalah memelihara masjid dari segi bangunan, keindahan dan kebersihan. Jangan sampai masjid dibangun sebagus mungkin tapi lingkungannya kotor”, sebutnya.

Pembangunan Masjid Bilal Harun ini sendiri berawal dari infak Ibu Maswarni Siregar isteri dari Alm Sangkot Pulungan seluas ± 706 M² dengan luas badan masjid 10 Meter X 12 Meter ditambah teras kiri dan kan menjadi 14 MeterX14 Meter. (PHN13)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *