Berita, FOTO KEGIATAN, Kegiatan

WABUP AHMAD ZARNAWI PASARIBU BUKA SEMINAR ADAT MARGONDANG

setdakab.padanglawaskab –  Wakil Bupati Padang Lawas drg. H Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM., M.Si secara resmi membuka seminar adat margondang ditandai dengan pemukulan gong di Aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Kecamatan Lubuk Barumun, Senin (25/10/21). Hadir pada kesempatan tersebut Asisten III Bidang Administrasi Umum H. Ali Irfan Hasibuan, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia  Ir. Abdullah Nasution, para pemangku adat, Sejumlah Kepala OPD yang terkait, Camat Lubuk Barumun, Ketua Sanggar Seni Amirah dan para peserta Seminar Adat Margondang yang terdiri dari Siswa Siswi Sekolah SMK, SMA dan MA yang berjumlah 100 orang. Seminar Adat Margondang tersebut mengambil Tema:

Wakil Bupati Padang Lawas drg. H Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM., M.Si dalam sambutannya mengatakan, “Pelaksanaan Seminar Margondang ini pada perinsipnya dalam rangka mewujudkan Kabupaten Padang Lawas Becahaya (Beriman, Cerdas, Sehat Sejahtera dan Berbudaya) ada pada kata budaya. Budaya ini pada hari ini sebelum Covid-19, disamping sebuah kebutuhan, sudah menjadi industri yang sangat erat kaitannya dengan pariwisata. Di Pulau Bali ada yang disebut dengan Tari Kecak Dance atau tari monyet. Untuk melihat tari Kecak Dance kita harus membayar 200 ribu. Kedepan bagaimana upaya kita hari ini bisa menjadi industri, di mana orang penari Kecak Dance ini bisa begaji puluhan juta perbulan, bagaimana kedepan tukang onang-onang kebetulan hadir disini bisa bergaji 25 juta perbulan, ini sebuah harapan”, sebut Wabup Zarnawi.

Wabup Zarnawi melanjutkan, “Kedepannya mari kita rangkul Ketua MUI, ketua pondok pesantren, para ustadz, dewan pakar hukum, pakar agama, dan seluruh pemangku adat, kita hadir bersama, kita bedah tor-tor itu, mulai dari A sampai Z. Ini kan produk adat, adat bersandi syara’, syara’ bersandi Kitabullah. Kita semua sudah sama-sama sepakat Kabupaten Padang Lawas ini adalah tanoh adat digomgom ni badan, bagaimana adat ini tidak bertentangan dengan ibadah, apa yang disitu salah dengan adat sehingga kedepan tidak ada lagi di lapangan mengharamkan acara gondang”, ucap Wabup.

Sementara itu, Kabid Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Lawas sekaligus Ketua Sanggar Amirah Azizah mengatakan “bahwasanya sekitar bulan Maret kemarin kita dari Dinas Pendidikan mengajukan proposal ada 5 proposal ke kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Alhamdulillah 1 proposal dari kita terpilih untuk melaksanakan fasilitas kebudayaan. Seminar ini akan diikuti oleh 100 peserta, namun berhubung karena situasi Covid-19 maka pada hari ini diperbolehkan 25 orang. Pada Tanggal 02 November kita rencakan perekaman di Candi Sipamutung”, ungkapnya. (PHN13)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *