Berita

SEKDA ARPAN RESMIKAN BALAI LATIHAN KERJA (BLK) KOMUNITAS DESAIN MODE DAN TEKSTIL PONPES SYAKIRA

setdakab.padanglawaskab –  Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas secara langsung hadir dan membuka resmi Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Desain Mode dan Tekstil yang bertempat di Pondok Pesantren Syikara Desa Janji Lobi, Rabu (04/08/21). Hadir pada kesempatan itu, Kakan Kemenag Padang Lawas H.Abdul Manan MA, Ketua BSPPL Padang Lawas H. Fauzan Hamidy Hasibuan, Pimpinan pondok pesantren Syakira H. Maskur Subhan Daulay, S.PdI, Pimpinan Ponpes Aek Haruaya Sibuhuan Drs. H. Saparuddin Hasibuan, MA dan sejumlah pemuka agama Islam lainnya.

Sekda Arpan mengatakan “bantuan sarana BLK di Ponpes Syakira merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran. Dengan Harapan, kelak para peserta yang mengikuti pelatihan bukan hanya berakhlaq baik namun mampu bersaing di dunia kerja dengan modal skill yang di dapat dari pelatihan kerja”, ucap sekda.

Sekda Arpan juga meminta agar semua komponen masyarakat menyatukan persepsi dan menjalin sinergitas antara Pemkab Palas dengan Ponpes agar permasalahan pengangguran dapat teratasi dengan adanya BLK Komunitas dilingkungan pesantren tersebut,. “Untuk itu mari sama sama kita tanamkan rasa kecintaan yang mendalam kepada daerah kita dan dapat bekerja ikhlas semata-mata niat ibadah,” pesan Sekda.

Sebelumnya Kakan Kemenag Padang Lawas H.Abdul Manan MA menututkan, “Hari ini kita memasuki zaman industri 4.0, dimana di zaman ini manusia dituntuk untuk kompetitif untuk bisa bersaing di dunia global, oleh karena itu semoga nanti BLK ini bisa bermanfaat bukan hanya pada pondok pesantren namun juga masyarakat Padang Lawas”.

Sementara itu Ketua BSPPL Padang Lawas H. Fauzan Hamidy Hasibuan mengatakan jumlah pesatren yang ada di Padang Lawas adalah 32 dimana yang memiliki izin sekitar 26 dengan jumlah santri ribuan orang. Mungkin orang bertanya BLK komunitas kenapa di pesantren? Jawabannya adalah ini adalah program pemerintah, di mana pemerintah ingin melihat pesantren ini memiliki dan mengembangkan bibit-bibit yang dapat membangun masa depan Padang Lawas. BLK ini nantinya diharapkan anak-anak kita mempunyai skill di dunia pekerjaan khususnya dibidang desain mode dan teksti selain pengetahuan agama”, ucapnya.

Pimpinan pondok pesantren Syakira H. Maskur Subhan Daulay, S.PdI juga selaku ketua BLK Komunitas Desain Mode dan Tekstil mengatakan bahwa jumlah peserta BLK ini untuk gelombang pertama adalah 16 orang yang terdiri dari setengahnya Santri-santriwati dan setengahnya masyarakat sipil. sebelumnya Pesantren Syakira Alhamdulillah baju seragamnya sudah kami sendiri yang memproduksi pak, tidak lagi mengimpor dari luar, Ponpes Asyakira sudah membuat sendiri baju seragam sendiri bahkan ponpes lainnya sudah memesan kepada kami untuk dibuatkan baju seragamnya. Untung dari penjualan tersebut bisa kami berikan kepada anak-anak kita kepada yang kurang mampu tanpa dipungut biaya sepersen pun”, sebutnya. (PHN13)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *