Berita

PEMKAB PADANG LAWAS PERPANJANG MASA LIBUR SEKOLAH HINGGA 29 MEI

SETDAKAB.PADANGLAWAS  – Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Lawas melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), memperpanjang masa libur sekolah dasar dan menengah di wilayah setempat hingga 29 Mei 2020. Keputusan ini mengacu pada pada Surat Keputusan Bupati Padang Lawas Nomor : 188.45/160/KPTS/2020, tentang penetapan perpanjangan status siaga darurat bencana non alam Corona virus disease atau Covid 19 Kabupaten Padang Lawas.

Selanjutnya menyikapi surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 4/2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona virus disease (Covid 19).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Lawas Rosida Wati Suriani mengatakan, sesuai surat edaran Bupati disebutkan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19 di wilayah Kabupaten Padang Lawas khususnya pada lingkungan satuan pendidikan. “Masa pelaksanaan proses belajar mandiri dirumah masing-masing melalui pembelajaran daring (online) diperpanjang sampai 29 Mei 2020dan belajar kembali di sekolah 2 Juni 2020,” terang Rosida Wati.

Sesuai surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Padang Lawas Nomor : 421/751/Dikdasmen/2020 tertanggal 17 April 2020 yang isinya antara lain, kegiatan proses belajar mengajar (PBM) dilakukan di rumah dengan ketentuan PBM daring atau jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang berimbang bagi siswa tanpa terbebani tuntutan memutuskan seluruh capai kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

PBM dapat difokuskan pada pendidikan dan kecakapan hidup antara lain pencegahan pandemi covid 19. Aktivitas tugas pembelajaran belajar dirumah masing-masing dapat bervariasi antara siswa sesuai minat dan kondisi termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses atau fasilitas belajar di rumah.

Rosida juga mengingatkan, kepala sekolah tetap membagi guru bertugas dengan bekerja dari rumah (Work From Home) dan bekerja di satuan pendidikan masing-masing maksimal sebanyak 10 persen untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan jaringan (daring).

“Selama proses belajar mengajar berlangsung di rumah pihak sekolah tetap bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap guru dan tenaga kependidikan,” harapnya. Rosida juga meminta, kepada orangtua murid mohon untuk mengawasi putra putrinya tetap belajar di rumah dan melarang beraktivitas di luar rumah. (PHN13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *