Berita

BUPATI PADANG LAWAS H. ALI SUTAN HARAHAP (TSO) IMBAU MASYARAKAT TIDAK SEBARKAN BERITA HOAX TERKAIT COVID-19

SETDAKAB.PADANGLAWAS  – Bupati Padang Lawas H. Ali Sutan Harahap (TSO) mengimbau masyarakat Kabupaten Padang Lawas agar tidak menebarkan isu bohong atau hoax tentang virus corona (Covid-19) di media sosial yang beritanya belum terkonfirmasi karena dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, Sabtu (7/3). Isi imbaun Bupati Padang Lawas itu untuk diketahui masyarakat secara luas, ada empat point yaitu pertama, masyarakat diminta agar tidak panik dan tetap tenang dan hindari penyebaran berita yang belum terkonfirmasi.

Kedua, agar berprilaku hidup sehat dan bersih serta menjaga stamina dan daya tahan tubuh. Ketiga, agar tidak memborong atau menimbun bahan pangan. dan terakhir, bila ada gejala demam, batuk, sakit tenggorakan, sesak nafas guna masker dan segera menghubungi puskesmas terdekat.

“Soal Covid-19, kita mengimbau masyarakat jangan sampai menebarkan berita hoax yang mambuat panik masyarakat, apalagi menakut-nakuti masyarakat di media sosial,” tegas Bupati Padang Lawas.

Bupati melanjutkan sejauh ini di Kabupaten Padang Lawas belum ada yang positif maupun yang suspect Covid-19. Pihaknya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Padang Lawas juga tetap waspada dan terus melakukan pemantauan secara aktif di masyarakat terkait virus corona. “Kita imbau masyarakat tetap tenang dan waspada. Kita juga terus memantau perkembangan terkait Covid-19, walaupun sejauh ini belum ada masyarakat di daerah ini yang terjangkit,” ujar TSO.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Padang Lawas Leli Ramayulis. “Terkait virus corona, di wilayah Kabupaten Padang Lawas hingga saat ini belum ada yang terjangkit,” tegasnya.

Leli mengatakan, apabila ada informasi yang mengatakan ada virus corona, kalau tidak ada informasi resmi dari Dinas Kesehatan, jangan dipercaya sepenuhnya. “Sejauh ini belum ada yang terjangkit, Diskes sudah melakukan berbagai upaya untuk antisipasi penyebaran virus corona ini,” ujarnya. “Jika tidak ada informasi resmi dari Dinas Kesehatan terkait penyebaran virus corona, jangan dipercaya dan terprofokasi sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (PHN13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *