Berita

PANWASLIH PADANG LAWAS DEKLARASI TOLAK & LAWAN POLITIK UANG DAN POLITISASI SARA DI TAHUN POLITIK 2018

SETDAKAB PALAS – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Padang Lawas melaksanakan deklarasi tolak dan lawan politik uang (Money Politic) dan Politisasi Suku, Agama, Ras Antar Golongan (SARA) pada Rabu (14/2/2018) lalu di Lapangan Merdeka Sibuhuan. Deklarasi ini mengajak semua pihak untuk sepakat dan komitmen mewujudkan demokrasi yang berkualitas tanpa politik uang dan politisasi SARA.

 

Kegiatan deklarasi ditandai dengan penyampaian komitmen bersama parpol dan deklarasi. Kemudian, pelepasan balon bersamaan burung merpati, di ujung kegiatan diadakan cap tangan deklarasi dari masing-masing paslon dan pimpinan parpol.

 

Ketua panitia yang juga anggota Panwaslih Ahmad Faisal Nasution  mengatakan, kegiatan merupakan tindak lanjut dari Surat Bawaslu RI Nomor :0177/K.Bawaslu/PM.00.00/II/2018, dan Surat Bawaslu Sumut Nomor :B-1002/K.Bawaslu Prov.SU/PM.00.01/02/2018.

 

Ahmad Faisal melanjutkan, “politik uang dan politisasi SARA adalah hambatan dalam mewujudkan Pilkada yang berkualitas. Menurutnya, semua elemen bangsa, terutama yang terlibat dalam kepemiluan harus menyatakan perlawanan pada politik uang. Oleh karena itu, praktik politik uang menciptakan potensi tindakan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah”.

Kapolres Tapsel AKBP M.Iqbal Harahap melalui Kompol Jumanto mengatakan, kehadiran para paslon dan pimpinan partai politik dengan niat tulus dan ikhlas bertujuan untuk menciptakan Pemikukada yang damai, menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat. Dia mengajak, seluruh lapisan masyarakat Palas untuk melaksanakan pesta demokrasi dengan senang hati dengan menghindari politik uang, ataupun kegiatan lain yang melanggar hukum.

“Melalui pesta demokrasi tersebut, mari menciptakan keamanan, dan ketertiban serta kekondusifan, sehingga Pilkada Palas Tahun 2018 berintegritas berjalan lancar sesuai yang direncanakan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pintanya.

Setda Padang Lawas melalui Kadis Kominfo Marza Zennopa menyatakan, kegiatan deklarasi merupakan hari paling bersejarah dalam kehidupan berdemokrasi di Kabupaten Palas. Dia menyatakan, supaya seluruh lapisan masyarakat, penyelanggara pemilu dan penegak hukum untuk sama-sama menciptakan Pemilukada Palas yang bersih dari money politik dan politisasi sara, sehingga melahirkan pemimpin Padang Lawas yang benar-benar pilihan masyarakat. “Janganlah kita jadikan kehidupan yang beragam ini sebagai perbedaan ditengah-tengah bersama, tetapi jadikanlah hal tersebut sebagai alat pemersatu didalam menciptakan kerukunan antar sesama sehingga kehidupan di Kabupaten Padang Lawas bisa aman tentram bebas dari konflik sosial,” ungkapnya

Kegiatan deklarasi tolak dan lawan politik uang merupakan tindak lanjut dari Surat Bawaslu RI Nomor :0177/K.Bawaslu/PM.00.00/II/2018, dan Surat Bawaslu Sumut Nomor :B-1002/K.Bawaslu Prov.SU/PM.00.01/02/2018.

Kemudian, UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan PP pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota.

Hadir dalam kegiatan itu, Sekda diwakili Kadis Kominfo Padang Lawas Marza Zennopa, Kabag Ops Polres Tapsel Kompol Jumanto, sejumlah pimpinan SKPD Palas, Pabung 0212 TS Mayor Inf S Pasaribu, Ketua KPU Syarifuddin Daulay  dan anggota KPU Palas, serta tiga pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Palas, ketua dan anggota partai, Panwascam se-kabupaten Palas, Ormas, mahasiswa, LSM dan Forkopimda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *