Berita

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PADANG LAWAS PERINGATI MALAM NUZUL QUR’AN 17 RAMADHAN 1438 H

Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Lawas peringati malam Nuzul Qur’an yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1438 H di Masjid Raya Miftahul Jannah Sibuhuan, Ahad (11/6) lalu. Peringatan Nuzul Qur’an ini dihadiri oleh Wakil Bupati Padang Lawas drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM beserta Pimpinan SKPD Kabupaten Padang Lawas.

Wakil Bupati dalam sambutannya mengatakan, malam Nuzul Qur’an yang kita laksanakan setiap 17 Ramadhan merupakan yang ke-10 kali kita peringati sejak Kabupaten Padang Lawas mekar dari Kabuaten Tapanuli Selatan. Meski begitu pengamalan AlQur’an di Padang Lawas sudah membudidaya di tengah masyarakat, hal ini dibuktikan dengan banyaknya berdiri Pondok Pesantren di Kabupaten Padang Lawas.

 

Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (GEMMAR Mengaji). Membaca Al Qur`an atau mengaji sejak dulu telah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Namun akhir-akhir ini mengaji sudah mulai ditinggalkan. Masjid-Masjid kosong, tak ada lagi aktifitas pengajian. Ummat lebih asyik di depan televisi dari pada mengaji. Untuk itu Pemerintah perlu bersinergi bersama ulama untuk meningkatkan semangat membaca Al Qur’an. Ketua MUI Padang Lawas dapat melakukan seminar AlQur’an, hal ini penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang AlQur’an sekaligus membangun keluarga pecinta AlQur’an. Jika masyarakat Padang Lawas terutama generasi mudanya telah mencintai AlQur’an, tentu masyarakat Padang Lawas Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur dapat terwujud. Selain itu kalo perlu kami Pemerintah Daerah akan membuat Peraturan setiap siswa sekolah membaca Surah-Surah Pendek di dalam AlQur’an sebelum memulai aktivitas belajar. Kerena sesungguhnya perintah membaca adalah wahyu pertama yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril A.S. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq :1-5).

Sementara itu Ustadz Sehat Muda, Lc, MA dalam tausyiahnya menyampaikan, Al Quran diturunkan Allah swt dengan berbagai ilmu dan pengetahuan yang tersirat di dalamnya. Ilmu dan pengetahuan ini telah terbukti secara sains di masa sekarang. Dan hal ini tidak akan dapat kita pahami jika kita tidak memiliki kemampuan untuk membacanya. Kita dapat melihat bagaimana sejarah Islam terdahulu. Begitu banyaknya ilmuwan Islam dalam berbagai bidang pengetahuan, baik itu ilmu kedokteran, ilmu matematika dan sebagainya. Kegemilangan Islam di masa dahulu diperoleh dengan adanya kegemaran membaca dan mempelajari ilmu dan pengetahuan yang ada di alam semesta sebagai ciptaan Allah swt. Namun kegemaran membaca pada saat sekarang ini malah dimiliki oleh orang-orang non muslim seperti bangsa Jepang. Untuk itu perlu kesadaran dan kesepakatan bersama untuk mendidik segala lapisan masyarakat dengan menggunakan seluruh media yang ada untuk mengetahui nilai-nilai keutamaan hidup berhati bersih, bernurani dan hidup tidak materialistis, baik lewat pendidikan di sekolah, melalui aneka sinetron film/ televisi ataupun radio, untuk mendampingi pendidikan lewat suri tauladan dari para pemimpin / tokoh panutan masyarakat. Semoga dengan kombinasi ikhtiar lahir batin, suri tauladan yang nyata, pola pendidikan dan pembinaan juga sistem yang kondusif dan ketangguhan dalam ibadah seluruh elemen masyarakat, menjadikan semua masalah yang ada pada bangsa kita ini akan membuahkan budaya hidup baru yang benar-benar akan menjadi fondasi bagi masyarakat maju yang beradab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *