Berita

UPACARA RUTIN HARI KESADARAN NASIONAL TINGKAT KABUPATEN PADANG LAWAS

SIBUHUAN – Pegawai negeri merupakan abdi Negara yang dimana hak dan kewajibannya telah diatur oleh undang-undang dan diharapkan dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan harus dipedomani oleh peraturan yang berlaku. Kedisiplinan merupakan hal utama dalam upaya peningkatan kinerja sebagai abdi Negara, khusus di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Padang Lawas pada 17 Februari 2017.

Pada upacara Hari Kesadaran Nasional Tingkat Kabupaten Padang Lawas yang dilaksanakan di Kantor Bupati Padang Lawas pada Jum’at 17 Februari 2017 yang menjadi tugas sebagai inspektur upacara adalah Wakil Bupati Padang Lawas dan dihadiri oleh beberapa pejabat seperti: Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Padang Lawas, Para Asisten , Staf Ahli, dan Pimpinan SKPD Kabupaten Padang Lawas, Kepala Instansi Vertical Kabupaten Padang Lawas  dan para ASN (Aparatur Sipil Negara) serta rekan-rekan pers.

Dalam berlangsungnya upacara khusus ASN di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Padang Lawas telah membuat kesepakatan bersama bahwa bagi yang tidak mengikuti apel pagi dan apel sore akan dipotong gajinya sebesar Rp.50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah), selain itu mentaati delapan jam kerja yang dimulai dari pukul 08.00 wib – 16.00 wib. Harapan dari dilaksanakan peraturan kedisiplinan ini adalah bukan untuk memberikan rasa takut karena sanksi yang ditetapkan oleh pimpinan, tapi untuk menumbuhkan keasadaran tentang kedisiplinan kepada saudara-saudara aparatur sipil Negara (ASN) dikantor sekretariat daerah serta menanamkan rasa malu saat melanggar aturan.

Wakil Bupati padang lawas sebagai inspektur upacara berpesan “Agar diseluruh instansi yang ada dilingkungan pemerintah kabupaten padang lawas dapat mengikuti yang serupa agar terciptanya efektifitas kerja yang memuaskan”.

Inspektur upacara menyampaikan beberapa hal kepada peserta upacara hari kesadaran nasional tingkat kabupaten Padang Lawas sebagai berikut.

Pertama, ciptakan birokrasi yang cerdas,cepat professional dan responsif. Agar masyarakat benar-benar dapat merasakan manfaat dari reformasi birokrasi yang kita jalankan bersama.

Kedua, esensi dari reformasi birokrasi yang kita jalankan adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Masyarakat harus mendapat perlakuan dan pelayan dari segenap aparatur pemerintah, Wakil Bupati mengatakan “Saya tidak ingin mendengar adanya pelayanan yang masih lambat terutama dibidang administrasi,mengingat tahun ini kabupaten yang kita banggakan akan menjalankan reformasi birokrasi kesepuluh tahunnya”.

Ketiga, wujudkan birokrasi yang bersih, efisiensi, efektif, transparan dan akuntabel. Tingkatkan budaya anti korupsi dan anti pungutan liar, hindari sikap arogan dan mental priyayi, ingatlah saudara adalah Abdi Negara yang digaji untuk melayani masyarakat padang lawas.

Keempat, profesi sebagai Aparatur Sipil Negara bukan hanya sekedar melaksanakan kewajiban dan menerima hak, akan tetapi didalamnya terkandung nilai-nilai ibadah. Lakukan pekerjaan dengan motivasi dan niat iklas kepada Allah SWT dilandasi dengan semangat, kesunggguhan mencintai pekerjaan, selalu bersyukur sehingga menghasilkan Output dan Outkam (outcome) yang barokah.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada hari kesadaran kali ini, besar harapan saya agar saudara-saudara dapat melaksanakannya demi kemajuan Kabupaten Padang Lawas ke depan dan terwujudnya masyarakat padang lawas yang beriman, cerdas, sehat, sejahtera dan berbudaya (BERCAHAYA).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *